9 Pedang Pusaka Nabi Muhammad SAW Yang Sungguh Menakjubkan

9 Pedang Pusaka Nabi Muhammad SAW Yang Sungguh Menakjubkan

BISMILLAHHIROHMANNIRROHIMM

1. Al Ma’thur

Al Ma’thur

Pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahanda beliau, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’

2. Al Adb

Al Adb

Al Adb

Al-’Adb, nama pedang ini, berarti ‘memotong’ atau ‘tajam.’ Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Beliau menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.

Baca Selengkapnya…

Cara Sholat Rasulullah SAW [Sifat Sholat Rasul] ISLAM

Coba lagi ngaskus, ketemu trit yang membahas tentang Sifat Sholat Nabi (Rasulullah SAW) berikut pembahasannya:

Sebelumnya saya mohon juragan benar-benar memperhatikan yah, ga lama kok cuma 10 menit saja. Budayakan membaca hingga akhir

Sifat Sholat Rasul

Sifat Sholat Rasul

Shalat adalah rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Shalat adalah tiang agama, sebaik-baik amal, cahaya kehidupan seorang mukmin, amal yang membawa keselamatan dunia dan akhirat, amal yang membawa ketenangan hati dan barokah, serta jalan menuju surga.

Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Amal seorang hamba pertama kali di hisab pada hari kiamat adalah shalat, apabila shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya dan apabila shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya

[Derajat hadits Shahih, HR Thabrani dalam al-Mu'jamul Ausath II/512, No 1880]

Shalat adalah hubungan antara hamba dan Rabb-nya yang wajib dilaksanakan lima waktu sehari semalam, sesuai petunjuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dalam sabda beliau

Shalatlah, sebagaimana kalian melihat aku shalat

[Derajat hadits Shahih HR Bukhari 631;6008;7246, HR Ad-Darimi I/286, Ibnu Khudzaimah 397, dsb dari sahabat Malik bin al-Huwairits radiallahu'anhu]

Para ulama fiqh telah berbicara dan menulis tentang sifat (tata cara) shalat Nabi Shalallahu’alaihi wasallam. Hal ini dilakukan karena Syarat diterimanya ibadah ada dua :

Baca Selengkapnya…

Tutup Semua Pintu, Jendela dan Matikan TV. Sekarang Tarik Nafas dalam-dalam… Silahkan Baca !

Tutup Semua Pintu, Jendela dan Matikan TV. Sekarang Tarik Nafas dalam-dalam... Silahkan Baca !

Tutup Semua Pintu, Jendela dan Matikan TV. Sekarang Tarik Nafas dalam-dalam... Silahkan Baca !

Kematian adalah termasuk didalam perkara-perkara yang dirahasiakan Alloh Ta’ala, namun bukan hal yang mustahil tanda-tanda kematian itu dapat dirasakan setiap hamba sebelum ajalnya tiba.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra, dari Nabi SAW, Beliau bersabda,”Lima kunci perkara ghaib, tidak mengetahuinya melainkan Alloh Ta’ala”.

1-Tiada yang mengetahui (kepastian mutlak) apa yang tersimpan di dalam rahim (kandungan perempuan) melainkan Alloh Ta’ala.

2-Tiada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari melainkan Alloh Ta’ala.

3-Tiada seorangpun yang mengetahui bila waktunya hujan akan turun melainkan Alloh Ta’ala.

4-Tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati melainkan Alloh Ta’ala.

5-Tiada yang mengetahui bila Qiamat akan terjadi melainkan Alloh Ta’ala. (HR.Bukhori).

Hadits tersebut menjelaskan, bahwa tiada seorangpun yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Alloh Ta’ala. Adapun tanda-tanda sesuatu yang ghaib itu terkadang dapat kita rasakan wujudnya dari perkiraan dan kajian para ilmuan.. misale:

-Kita dapat mengetahui janin berkelamin laki atau perempuan dalam kandungan via USG.

-Kita dapat mengetahui perkiraan cuaca akan turunnya hujan maupun cuaca cerah beberapa hari sebelumnya, dll.

Padahal sesuai hadist tersebut, semua itu adalah hal-hal yang ghaib, tapi mengapa manusia dapat mengetahuinya ? nah disini kita rasanya perlu mengkaji secara cermat dan membedakan mana hal yang ghaib mutlaq dan mana hal ghaib yang dapat kita ketahui tanda-tanda terjadinya perkara ghaib. Saya sangat tertarik untuk mengkaji lebih dalam lagi dalam membahas permasalahan ini. Dan hal ini tidak perlu kita perdebatkan, tapi kita ambil dari segi positif dan manfaatnya saja, kita hormati pendapat & pengalaman dari para ulama terdahulu yang mengupas masalah kematian. Dan dengan memahami hal tersebut membuat manusia semakin hati-hati dan selalu ingat akan kematian yang pasti datang.

Baca Selengkapnya…