Iseng ah pagi-pagi posting dulu.
Ga sengaja lagi ngaskus, ternyata ada trit yang berjudul Gambaran SIKSA NERAKA [+Pic Jelas] g kuat jgn masuk yang TSnya bernama muhfachrizal. Eh ga taunya trit tersebut diambil dari komik 1000-an jaman gw sekolah SD :hammer. Tapi jangan liat harganya gan, melainkan lihat isinya, buat renungan akan siksa api neraka kelak. Mungkin ini sangatlah jauh diluar dugaan kita semua, tapi ya ga ada salahnya untuk pengingat bahwa adzab akhirat itu pasti ada. Tiba-tiba gw tertarik pengen tau profil tentang pengarang komik Gambaran Siksa Neraka ini. Kalau gw pikir komik ini pengarangnya kang Tatang S. Soalnya dilihat dari cara penulisannya dan gambarnya ga jauh beda sama komik Petruk-Gareng. Alhasil gw carilah pengarang buku tersebut dan ternyata benar pengarangnya masih sama yaitu kang Tatang S. Mungkin kang Tatang bekerja sama dengan orang lain, tapi tetep ide gambar kang Tatang yang membuatnya. Berikut profil yang sempat gw kutip dari blog-blog tetangga dan gw edit kembali.
Bagi anda yang mengalami masa remaja era 80-90 tentunya mengenal komik lokal yang satu ini, yaitu Komik Petruk Gareng karya Tatang S. saya Tertarik membuat artikel Profil Tatang S – Pengarang Komik Petruk Gareng, karena ceritanya yang ringan, lucu dan terutama harga komiknya yang murah (hehehe..). Setelah saya telusuri ternyata awal perjalanan Komik dan pengarangnya ini menarik untuk disimak.
Tatang S bernama lengkap Tatang Suhenra. Pada tahun 1970-an, kabarnya, ia pernah menjadi komikus yang bayarannya paling tinggi di Bandung. Ketika itu, ia dikenal sebagai komikus cerita-cerita silat. Karena ambisinya dalam mencipta komik sangat besar, tidak jarang ia sering ‘berbenturan’ dengan rekan-rekannya sesama komikus. Kasus yang menonjol adalah ketika ia terlibat ‘perang komik’ dengan Ganes TH. Ganes merupakan seorang komikus yang kesohor dengan karyanya, ‘Si Buta Dari Goa Hantu’. Pada suatu ketika, Ganes pindah dari sebuah penerbitan. Penerbit tersebut tak terima dan sakit hati dengan kepindahan Ganes. Tak lama kemudian Tatang direkrut oleh penerbit itu untuk menyaingi komik sohor karya Ganes. Tatang lalu membuat komik ‘Si Gagu dari Goa Hantu’ untuk menyaingi ‘Si Buta dari Gua Hantu’-nya Ganes. Lalu apa yang terjadi? Ternyata komik karya Tatang ini cuma beredar sebanyak tiga edisi sampai akhirnya dibredel. ‘Si Gagu dari Goa Hantu’-nya Tatang membuat dunia perkomikan Indonesia gempar. Secara tidak langsung, Tatang telah menjadi korban pemainan penerbit, sehingga karir Tatang sebagai seorang komikus silat hancur
